Rabu, 04 September 2013

seejarah kebudaya'an islam

Kerajaan Malaka

    Kerajaan Malaka merupakan sebuah kerajaan Islam yang menguasai wilayah Semanjung Malaka dan Riau.
Raja-raja yang memerintah Kerajaan Malaka adalah sebagai berikut ;
  1. Iskandar Syah .Iskandar Syah merupakan raja pertama Kerajaan Malaka. Berdasarkan sumber sejarah yang ada. Iskandar Syah awalnya adalah seorang penguasa dari Kerajaan Majapahit yang melarikan diri setelah Majapahit kalah dalam Perang Paregreg. Nama asli Iskandar Syah adalah Paramisora. ia melarikan diri bersama pengikutnya ke Semanjung Malaya dan membangun kerajaan baru yang kemudian diberi nama Malaka.   Kerajaan Malaka merupakan kerajaan Islam kedua setelah kerajaan Samudra Pasai . Berkembangnya kegiatan perdagangan dan pelayaran di kerajaan Malaka banyak didukung para pedagang Islam dari Arab dan India. Kerajaan Malaka pun banyak mendapatkan pengaruh budaya Islam  dari kedua daerah ini. Namun Iskandar Syah sendiri merupakan nama Islam, yang diperoleh setelah ia memeluk agama islam. Pada periode kekuasaan Raja Iskandar Syah (1396-1414) , Kerajaan Malaka berkembang sebagai salah satu kerajaan Islam terbesar yang disegani kerajaan lainya disekitarnya.
  2. Muhammad Iskandar Syah ( 1414- 1424 M ).  Ia Putra Iskandar Syah, Selama memerintah Malaka,Muhammad Iskandar Syah berhasil memajukan bidang perdagangan dan pelayaran . Ia juga berhasil menguasai jalur perdagangan di Kawasan Selat Malaka dengan taktik perkawinan putri raja Kerajaan Samudra Pasai dengan tujuan menundukkan Kerajaan Samudra Pasai secara Politis. Setelah mendapatkan kekuasaan politik Kerajaan Samudra Pasai . Ia menguasai wilayah perdagangan di sekitarnya.
  3. Sultan Muzafar Syah. (1424-1458) . Ia menggantikan Muhammad Iskandar Syah setelah menyingkirkan  dari tahta Kerajaan Malaka melalui sebuah kemelut politik . Setelah menguasai tahta kerajaan ,Muzafar Syah mempergunakan gelar Sultan yang merupakan gelar raja-raja dalam kerajaan Islam.    Sumber sejarah tentang Muzafar syah menyebutkan bahwa pada masa kekuasaannya, Kerajaan Malaka mendapatkan serangan dari Kerajaan Siam. namun ,serangan ini berhasil digagalkan oleh Kerajaan Malaka. Keberhasilan menghadapi serangan Kerajaan Malaka sebagai penguasa jalur pelayaran Selat Malaka. pada kurun pemerintahannya, Sultan Muzafar Syah juga berhasil memperluas daerah Kekuasaannya hinggga ke Pahang ,Indragiri dan Kampar.
  4. Sultan Mansyur Syah. (1458-1477). Setelah Sultan Muzafar Syah wafat, ia digantikan oleh putrannya  Sultan Mansyur Syah. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka berhasil menguasai kerjaaan Siam sebagai bagian taktik memperluas wilayah kekuasaan dan mengukuhkan kebesarannya diantara kerajaan -kerajaan lain di sekitarnya.   Namun demikian, Sultan Mansyur Syah tidak menyerang Kerajaan Samudra Pasai yang merupakan kerajaan Islam. Hal ini  merupakan salah satu kebijakan politik Sultan Mansyur Syah untuk menjalin hubungan dengan kerjaan-kerajaan Islam yang ada disekitarnya. 
  5. Sultan Alaudin Syah( 1477-1488 M ).  Setelah Sultan Mansyur Syah wafat, ia digantikan oleh
    putranya bernama Sultan Alaudin Syah. Pada masa pemerintahannya perekonomian Kerajaan Malaka dalam kondisi cukup stabil. Arus perdagangan dan pelayaran di sekitar Pelabuhan Malaka masih cukup ramai. Sebagai pusat perdagangan di wilayah Asia tenggara, Kerajaan Malaka masih menduduki peran yang strategis.  Namun secara politis, selama masa pemerintahannya Sultan Alaudin Syah , Kerajaan malaka bisa dikatakan mengalami kemunduran. Banyak daerah taklukan Kerajaan Malaka yang melepaskan diri. Perang dan pembrontakan terjadi di banyak kerajaan dibawah kekuasaan Kerajaan Malaka
  6. Sultan Mahmud Syah .  Masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah,
    Kerajaan Malaka mengalami kemunduran baik secara Politik maupun EkonomiSecara Politik Kekuasaan Kerajaan Malaka hanya tinggal mencakup wilayah utama Semenanjung Malaka. daerah daerah lain telah memisahkan diri dan menjadi kerajaan-kerajaan yang berdiri sendiri. Dalam kondisi yang makin lemah. Pada tahun 1511 M, armada perang Bangsa Portugis yang dipimpin oleh Afonso d'Albuquerque akhirnya berhasil menguasai dan menaklukkan Kerajaan Malaka. Secara Ekonomi , peranan Malaka selanjutnya diambil alih oleh kerajaan Banten yang memiliki pelabuhan di tepi selat Sunda. Aktivitas perdagangan dan pelayaran berpindah ke Banten  karena Armada Portugis telah menguasai wilayah Kerajaan Malaka dan mengenakan pajak yang tinggi bagi setiap kapal yang melalui selat Malaka.  Kehidupan ekonomi Kerajaan Malaka sangat bertumpu pada perdagangan dan pelayaran. Kedua sektor ini berkembang karena pesat karena didukung oleh letak karajaan Malaka yang strategis .yaitu tepat di Selat Malaka . Untuk mendukung aktifitas perdagangan dan pelayaran, dibangun pelabuhan Malaka yang menjadi pintu kapal-kapal dagang asing menuju ke wilayah Indonesia.   Kerajaan Malaka merupakan kerajaan maritim  yang mengandalkan pemasukan negara  dari sektor kelautan. Wilayah strategis struktur masyarakat yang kebanyakan bekerja sebagai padagang dan nelayan menyebabkan sosial kemasyarakatan sangat berpengaruh oleh pola hidup maritim.  Dalam pola hidup seperti ini, pedagang dan nelayan Kerajaan Malaka memiliki status sosial dan ekonomi yang lebih tinggi dibanding petani. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat malaka menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar dan bahasa pergaulan . Kerajaan malaka sangat dipenrgaruhi oleh budaya Melayu  dan Budaya Islam . Hal ini wajar terutama karena dua alasan. 
  • Pertama: Letak Kerajaan Malaka berada di Semenanjung Malaya tempat asal rumpun bangsa Melayu. 
  • Kedua , Adanya pengarug agama Islam yang dibawa para pedagang Islam dan Gujarat dan Persia.
Dengan pengaruh dua budaya ini , Kerajaan Malaka memilki corak kebudayaan Egaliter ,terbuka, demokratis daan menghargai kebudayaan lain .Salah satu kisah kepahlawanan Laksamana Hongtuah. Laksamana Hong Tuah    merupakan Salah satu laksamana kerajaan Malaka yang begitu berjasa pada masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah. 
Adapun agama yang dianut sebagian besar rakyat Kerajaan Malaka adalah agama Islam bahkan dijadikan agam negara oleh pendiri Kerajaan, yaitu Iskandar Syah . Dalam kehidupan sehari-haru, penngaruh ajaran islam sangat menonjol dalam prilaku masyarakat Kerajaan Malaka.  

Senin, 02 September 2013

sejarah islam liberal di indonesia



Berikut ini penjelasan secara singkat tentang sejarah berdirinya islam liberal di Indonesia
jaringan islam liberal Sejarah berdirinya Islam Liberal di IndonesiaIslam liberal adalah nama sebuah gerakan dan aliran pemikiran yang bermula dari sebuah ajang kongkow-kongkow di Jalan Utan Kayu 69H, Jakarta Timur. Tempat ini sejak 1996 menjadi ajang pertemuan para seniman sastra, teater, musik, film, dan seni rupa. Di tempat itu pula Institut Studi Arus Informasi (ISAI) yang salah satu motor utamanya Ulil Abshar Abdalla berkantor. Bersama Goenawan Mohammad (mantan pemimpin redaksi Tempo) serta sejumlah pemikir muda seperti Ahmad Sahal, Ihsan Ali Fauzi, Hamid Basyaib dan Saiful Mujani, Ulil kerap Menggelar diskusi bertema ‘pembaruan’ pemikiran Islam.
Setelah berdiskusi sekian lama pada akhir 1999 Ulil dan kawan-kawan sepakat memperkenalkan serta mengkampanyekan pemikiran mereka dengan bendera Islam Liberal. Lalu untuk mengintensifkan kampanyenya mereka membentuk wadah Jaringan Islam Liberal (JIL) pada Maret 2001.
Jauh sebelum wacana Islam liberal—yang akan melahirkan Jaringan Islam Liberal—muncul pertama kali dalam bentuk mailing list di islamliberal@***groups.com pada tahun 2001, istilah Islam liberal sendiri muncul pertama kali waktu Greg Barton menyebut istilah itu dalam bukunya, Gagasan Islam Liberal di Indonesia (Paramadina: 1999). Mailing list Islam liberal yang muncul dua tahun setelah itu, ternyata, mampu bertahan lama dan menjadi wadah diskusi yang aman antara mereka. Dari diskusi-diskusi yang terjadi, tergagaslah keinginan untuk membentuk suatu wadah yang bernama Jaringan Islam Liberal.
Dengan ditunjang kucuran dana dari Asia Foundation kampanye Islam liberal gencar dilancarkan melalui berbagai cara. Mulai dari forum kajian dan diskusi, media cetak hingga media elektronik. Media internet juga tak ketinggalan mereka garap. Mula-mula dengan membuat forum diskusi internet (mailing list) yang tersebut diatas, kemudian dilanjutkan dengan membuat situs web, alamatnya www.***lib.com.
Kampanye lewat media cetak dilakukan sangat gencar. Selain melalui majalah seperti Tempo dan Gatra, JIL mendapat porsi publikasi besar di koran Jawa Pos dan 40 koran daerah yang tergabung dalam Jawa Pos-Net. Dengan nama rubrik Kajian Utan Kayu, setiap hari Ahad JIL mendapat jatah satu halaman penuh untuk diisi tulisan para pengusung ide Islam liberal, antara lain Nurcholish Madjid, Azyumardi Azra, Jalaluddin Rakhmat dan Masdar F Mas’udi.
Kampanye melalui media elektronik mula-mula cuma disuarakan melalui kantor berita radio 68H yang mengudarakan dialog interaktif setiap Kamis sore. Belakangan siaran itu kemudian di-relay oleh tak kurang 15 stasiun radio se-Indonesia yang tergabung dalam jaringan 68H, sehingga dapat disimak oleh para pendengar dari Aceh hingga Manado. Di Jakarta siaran JIL di-relay oleh stasiun radio dangdut Muara FM.
Adapun istilah Islam liberal dipilih oleh kalangan JIL untuk menamakan gerakan dan pemikiran mereka, nampaknya lantaran mereka mendapat insipirasi dari buku Liberal Islam: A Sourcebook karya Chares Kurzman (edisi bahasa Indonesia berjudul Wacana Islam Liberal: Pemikiran Islam Kontemporer tentang Isu-isu Global, diterbitkan oleh Paramadina), sebab dari buku itu pula JIL meminjam enam agenda rumusan Charles Kurzman. Enam isu itu: antiteokrasi, demokrasi, hak-hak perempuan, hak-hak non-Muslim, kebebasan berpikir dan gagasan tentang kemajuan.

sejarah facebook

Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard.

Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook. Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua temannya untuk membantu mengembangkan Facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. Dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya.

Dengan kesuksesannya tersebut, Zuckerberg beserta dua orang temannya memutuskan untuk pindah ke Palo Alto dan menyewa apartemen di sana.

Setelah beberapa minggu di Palo Alto. Zuckerberg berhasil bertemu dengan Sean Parker (cofounder Napster), dan dari hasil pertemuan tersebut Parker pun setuju pindah ke apartemen Facebook untuk bekerja sama mengembangkan Facebook. Tidak lama setelah itu, Parker berhasil mendapatkan Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Thiel menginvestasikan 500 ribu US Dollar untuk pengembangan Facebook.



Jumlah account di Facebook terus melonjak, sehingga pada pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners. Dan semenjak itu sokongan dana dari berbagai investor terus mengalir untuk pengembangan Facebook.

Pada September 2005 Facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa., Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian Facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.

Selain menolak tawaran dari Friendster seharga 10 juta US Dollar, Zuckerberg juga pernah menolak tawaran dari Viacom yang ingin membeli Facebook seharga 750 juta US Dollar, dan tawaran dari Yahoo yang ingin membeli Facebook seharga 1 milyar US Dollar.

Tidak ada situs jejaring sosial lain yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap user. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook.